Dua Proyek Jembatan Diputuskan Kontrak

JEMBATAN.ID – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos mengatakan, dua proyek jembatan gantung di Kecamatan Tangse terpaksa diputus kontrak karena tidak selesai dikerjakan sesuai target. Kedua jembatan tersebut dibangun menggunakan dana hibah Pemerintah Pusat yang dikerjakan tahun 2017 melalui program rehab-rekons.

“Proyek yang diputuskan kontrak adalah jembatan gantung Krueng Meriam dan Cot Jeumpa. Kepada rekanan yang tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu, kami hanya akan membayar sesuai volume pekerjaan,” kata Apriadi, Selasa (26/6).

Ia menambahkan, jembatan gantung Krueng Meriam dan Cot Jeumpa yang tidak selesai itu, akan dikerjakan kembali tahun ini dengan sumber dana yang sama (hibah Pemerintah Pusat). Nilai kontrak yang diplotkan, untuk jembatan Krueng Meriam Rp 558.385.000 dan jembatan Cot Jeumpa Rp 404 juta.

“Kedua jembatan itu harus selesai dibangun pada 14 Juli 2018. Karena tidak banyak kegiatan lagi yang harus dikerjakan. Kami berharap rekanan yang memenangkan kontrak lanjutan ini nantinya harus memacu pekerjaan tanpa mengabaikan mutu proyek,” ujarnya.

Menurut Apriadi, hingga kini, proses pengerjaan lanjutan kedua jembatan gantung itu telah selesai dilelang. “Saat ini, PPTK masih di lapangan melihat pelaksanaan kedua proyek tersebut. Jadi saya tidak bisa menjelaskan secara detail item-item yang akan dilanjutkan pekerjaannya tahun ini,” pungkasnya.

Ketua Komisi C DPRK Pidie, Drs Isa Alima, kemarin mengungkapkan kekecewaannya akibat tidak selesainya dua jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat Tangse itu. Menurutnya, jembatan gantung Krueng Meriam dan Cot Jeumpa ini seharusnya kini sudah bisa digunakan warga untuk sarana penyeberangan.

Menurutnya, pengawas proyek seharusnya berperan penting mengawasi setiap tahapan pelaksanaan proyek. Selain itu, dinas terkait juga harus selektif saat meluluskan rekanan yang berhak mendapat proyek tersebut.

“Rekanan yang memenangkan proyek mestinya adalah perusahaan yang profesional dan kemudian mengerjakan sendiri proyek tersebut secara bertanggung jawab, bukan malah kemudian menjual proyek itu kepada kontraktor lain,” tegasnya.

Karena menurutnya, praktik jual-beli proyek di antara rekanan ini akan berdampak langsung pada kualitas pekerjaan. Karena kontraktor yang membeli proyek tersebut pasti akan berupaya menutupi kerugian dengan tindakan curang. “Pemerintah Pidie seharusnya tidak membiarkan hal ini terjadi, karena hanyak akan merugikan masyarakat dan pemerintah itu sendiri,” ujarnya.

Tags: #Proyek jembatan

Must read×

Top