Hampir 1,5 Abad Jembatan Kediri Masih Tetap Kokoh. Lihat Foto Jadulnya

JEMBATAN.ID – Pada hari Minggu 18 Maret 2018, jembatan lama Kota Kediri genap berusia 149 tahun. Meski telah uzur, namun jembatan lama ini tetap kokoh dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat hingga kini.

Jembatan ini mulai digunakan sebagai jembatan “Groote Postweg” (jalan raya) Pemerintah Kolonial Belanda pada 18 Maret 1869.

Jika foto dokumentasi jembatan ini saat pertama dioperasikan dulu dibandingkan dengan dokumentasi saat ini, terlihat tidak ada perubahan yang berarti.

Pagar jembatan masih tetap sama dengan desain awal. Demikian pula konstruksi besi bajanya  juga tidak berubah.

Dari catatan sejarah, Jembatan Lama sempat diterjang banjir besar pada 1955. Namun kalau saat ini jembatan ini masih kokoh, maka itu memperlihatkan bahwa jembatan ini memang berkualitas.

Jembatan ini menggunakan konstruksi besi yang dibangun di atas tiang sekrup yang dipasang di dalam sungai.

Imam Mubarok, pemerhati sejarah Kediri menyebutkan sejak dibangun sampai saat ini belum ada perubahan.

“Hanya pagar yang mengalami beberapa kali pergantian karena diterjang banjir. Konstruksinya masih sesuai aslinya,” jelasnya.

Disebutkan Imam Mubarok, Jembatan Lama yang melintas Sungai Brantas di Kota Kediri merupakan jembatan besi pertama yang dibangun di Jawa. Sehingga pada masanya dianggap sebagai adikarya insinyur bernama Sytze Westerbaan Muurling.

Sytze Westerbaan Muurling lahir di Belanda 29 November 1836, meninggal 17 Oktober 1876 di Batavia. Dia adalah anak dari Dr W. Muurling, seorang pendeta.

Westerbaan menerima pendidikan dasar dan menengah di sekolah Austria. Pada 1854 Westerbaan masuk Royal Academy di Delft, dan memperoleh ijazah insinyur sipil 1859. Atas perintah Menteri koloni 4 Februari 1860 diangkat ke direktur pekerjaan umum di Hindia Belanda.

Sejarah pembangunan jembatan diperoleh Imam Mubarok setelah mendapat buku dari Belanda dengan judul “Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek”.

Imam Mubarok juga menyebutkan Olivier Johanes, pengamat budaya Indonesia menjadi salah satu nara sumber yang menyebutkan sejarah panjang Jembatan Lama.

Imam Mubarok mengingatkan Jembatan lama tidak boleh dibongkar atau diubah apapun alasannya. “Kalau untuk merenovasi harus tetap sesuai dengan bentuk aslinya,” harapnya.

Karena diisamping memiliki nilai sejarah, Jembatan Lama masuk kategori cagar budaya .

“Kedepan jika Jembatan Brawijaya sudah difungsikan, maka Jembatan Lama bisa difungsikan sebagai tempat wisata untuk pejalan kaki,” jelasnya.

Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar menjelaskan, selama ini Pemkot Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang melakukan perawatan jembatan.

Beberapa kali jembatan yang masih menggunakan bantalan kayu sebagai alasnya mengalami kebakaran akibat masyarakat yang sembarangan membuang puntung rokok. Sehingga Disbudparpora memasang papan himbauan di pintu masuk dan pagar jembatan.

Tags: #Jembatan #Kediri

Must read×

Top