Jembatan Rangka Baja Miring

JEMBATAN.ID – Satu unit jembatan rangka baja penghubung dua desa terisolir yaitu Desa Alue Buloh dan Krueng Mangkom-ke Desa Latong, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, mulai miring karena ambruk abutmentnya akibat diterjang banjir pada 2017 lalu. Sementara bagian abutment yang telah putus itu kini dibangun jembatan darurat dari kayu dengan kondisi cukup membahayakan pelintas.

Dua desa yang terisolir di seberang sungai yaitu Desa Alue Buloh dan Krueng Mangkom, Kecamatan Seunagan, kini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat lagi akibat hancurnya abutment tersebut. Di sisi lain, bangunan jembatan tersebut terlihat belum tuntas pengerjaannya, sebab di bagian lantai belum dilakukan pengecoran dan masih terlihat rangka baja saja.

Sementara jembatan sepanjang 150 meter lebih itu selama ini menjadi satu-satunya jalan untuk mengangkut berbagai hasil pertanian dan kepentingan lainnya sekaligus sebagai sarana akses jalan bagi anak sekolah di dua desa itu. Sedangkan kondisi bagian abutment jembatan yang sudah dihantam banjir tidak bisa diharapkan lagi. Beberapa bagian beton terlihat sudah semakin retak dan sebagian malah ada yang jatuh ke dalam sungai.

Riki, warga Desa Alue Buluh, Kecamatan Seunagan, saat ditemui Serambi, Selasa (26/6), di lokasi mengatakan, para warga yang melintasi jembatan itu harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh ke sungai. Selain itu, badan jembatan makin miring dan sebagian belum memiliki lantai permanen, sehingga membuat warga yang melintas harus tetap waspada. Apabila tidak berhati-hati, maka akan jatuh ke dalam sungai.

“Kami sangat kecewa jembatan rangka baja yang belum siap dibangun ini, tetapi malah sudah rusak akibat banjir. Kami berharap kepada pemerintah agar segera memperbaiki kembali, sehingga akses kami ke pusat kecamatan dan kabupaten tidak terganggu seperti saat ini,” harap Riki.

Disebutkan, kerusakan jembatan tersebut hingga Selasa kemarin belum ada tanda-tanda diperbaiki oleh pemerintah, sehingga untuk kendaraan roda empat saat ini belum bisa dilalui.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Nagan Raya, Ardi Martha yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (27/6) mengatakan, jembatan yang rusak akibat dihantam banjir tersebut akan ditangani pihaknya. Namun, untuk penanganannya saat ini belum dapat dipastikan, karena membutuhkan tim teknis untuk penanganan kembali jembatan tersebut yang saat ini abutmentnya telah turun.

“Penanganan tetap kita lakukan, namun untuk saat ini belum ada dana yang pasti. Jembatan tersebut butuh pengkajian ulang oleh tim teknis, apakah abutment tersebut masih bisa digunakan lagi atau tidak,” jelasa Ardi Martha.

 

Tags: #Baja miring #Jembatan rangka

Must read×

Top