Jembatan “Ujung Galuh”, Ikon Baru Kota Surabaya

JEMBATAN.ID – Kota Surabaya Sebentar lagi akan memiliki satu ikon baru. Setelah Jembatan Suroboyo yang banyak menarik banyak wisatawan, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan meresmikan Jembatan Ujung Galuh. Jembatan ini sendiri menghubungkan Jalan Ngagel dengan Jalan Darmokali.

1. Diambil dari nama Surabaya di Zaman Majapahit

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku penggantian nama Jembatan Ratna menjadi Jembatan Ujung Galuh karena usulannya. Ia ingin jembatan ini mempunyai nilai jual, sehingga menjadi tetenger khas di Kota Pahlawan. “Kerajaan ujung galuh, Surabaya namanya Ujung Galuh, replikasinya di museum Surabaya. Semua tetenger Surabaya jadi punya arti,” jelas Risma.

2. Jembatan Ujung Galuh sudah siap 100%

Saat meninjau lokasi, pada Senin (5/3) sore, Risma melihat Jembatan Ujung Galuh sudah siap 100 persen. Pemkot Surabaya akan segera meresmikannya agar warga Surabaya dapat menikmati jembatan yang didesain unik ini. “Saya rasa sudah siap, katanya dari Dishub (Dinas Perhubungan) akhir bulan ini sudah matang untuk tambahannya, Traffic Light yang Darmo Kali masih lelang,” ujar Risma.

3. Akan ada jogging track sepanjang 2 km

Selain menjadi akses jalan, Jembatan Ujung Galih juga diproyeksikan sebagai wahana olahraga. Pemkot akan menyediakan jogging track sepanjang 2 km mulai dari Jembatan BAT dekat Marvel City sampai ke Jembatan Ujung Galuh.

Menariknya lagi, lintasannya dibuat dari sandal bekas yang dipasang rapi. “Iya itu nanti biar enak kalau dibuat lari. Kita pilih sandal bekas soalnya Surabaya ini kan dikenal kota yang sering daur ulang,” ucapnya.

4. Terdapat taman untuk spot selfie atau swafoto

Tak hanya pada jogging track saja, keunikan lain Jembatan Ujung Galuh nampaknya akan digandrungi anak zaman now. Di sisi tepi jembatan terdapat taman untuk tempat santai para warga Surabaya. Terlebih, jembatan dengan desain melengkung dan ada patung Suroboyo-nya ini paling pas dibuat hunting foto. “Iya nanti anak-anak pasti banyak yang foto di sini kayak di Jembatan Suroboyo itu,” kata Risma.

5. Pemkot juga akan namai tetenger sesuai sejarahnya

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga berencana untuk melabeli setiap infrastruktur sesuai karakter Surabaya.  Seperti halnya Stadion Bung Tomo yang ada di kawasan Tandes, nantinya, nama jalannya akan diubah sesuai dengan nama aslinya. “Tapi itu nanti, kan butuh waktu dan proses yang panjang.”

Tags: #Jembatan Ujung Galuh #surabaya #Ujung Galuh

Must read×

Top