Lomba Konstruksi Jembatan Antar SMA/SMK Se-Indonesia Sukses Digelar ITS Surabaya

JEMBATAN.ID – Kekuatan jembatan dalam menahan beban tarik menjadi salah satu penilaian dalam pengujian lomba konstruksi jembatan Brigde Construction Competition (BCC), yang diikuti pelajar SMA/SMK se-Indonesia. Meski terguyur hujan hal itu tidak menyurutkan panitia Dvillage Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan tes pengujian yang bertempat di Townsquare Surabaya pada Minggu (25/3), kemarin.

Ketua pelaksana Ananta Lentera Perdana mengatakan bahwa lomba pengujian jembatan merupakan salah satu penilain dalam perlombaan konstruksi jembatan. “Selain pembebanan penilaian juga dilihat dari kesesuaian gambar dan ketepatan ukuran yang ada,” ujar mahasiswa Teknik Infrastrukur Sipil tersebut.

Ilustrasi 1

 

Pembebanan stik es krim dan aluminium menggunakan alat uji bernama sling. Sling tersebut diletakkan pada alat penyangga bernama perancah atau scaffolding. “Jembatan diletakkan di antara kaki scaffolding dan ditarik dengan beban sling di bagian tengah,” tambahnya.

Hanya 80 jembatan yang berhasil lolos tahap pengujian. Ada sekitar 30 persen jembatan tidak dapat dilakukan pengujian, karena tidak sesuai dengan ketentuan. “Salah satu sebabnya jalan di bawah jembatan masih belum jadi,” ungkapnya.

Ilustrasi 2

Meski terhalang hujan, pengujian jembatan pada siang hari kemarin masih terus dilanjutkan. Berbekal kesigapan dari panitia, dua alat scaffolding berhasil dipindahkan dari halaman Town Square.
“Kita tidak bisa menyalahkan faktor alam, tapi berkat kesigapan teman-teman pengujian masih bisa dilakukan,” jelas mahasiswa asal Surabaya tersebut.

Usai hujan, satu dari dua alat pengujian tidak bisa digunakan. Akibatnya, pengujian jembatan stik es krim dan aluminium dilakukan secara bergantian. “Dengan satu alat yang tersisa kami mencoba memaksimalkan pengujian,” ungkap Ananta.

ilustrasi 3

Taufiq Al Wafiq salah satu peserta merasa gugup saat melakukan pengujian. Namun ia tetap optimis karena perakitan berhasil ia selesaikan selama 5 jam, satu jam lebih awal dari waktu yang ditentukan. “Setelah pengujian rasanya beban dua bulan langsung hilang,” ungkap siswa asal Gresik tersebut.

Hasil akhir dari pengujian ini didapatkan pemenang untuk kategori jembatan stik es krim terkuat dengan kemampuan menahan beban 243,27 kg dari SMA Darul Ulum 1 Unggulan Jombang, juara dua dengan beban 235,33 kg dari SMA As-saadah Gresik dan juara tiga 231,69 daqi SMA 1 Manyar.

Kategori Aluminium juara pertama oleh SMA 11 Surabaya dengan beban 849,03 kg, juara dua dan tiga berturut-turut diduduki SMKN 1 Singosari dengan beban 800,53 kg dan 730, 70 kg. “Selamat dan sukses bagi semua peserta lomba. Semoga agenda seperti ini bisa mendukung program inovasi dan kreativitas generasi bangsa Indonesia,” ungkapnya. (Hen/Humas ITS)

Tags: #its #Jembatan #Konstruksi Jembatan #lomba #surabaya

Must read×

Top