Mengenal 5 Jenis Konstruksi Jembatan di Dunia

JEMBATAN.ID – Jembatan merupakan suatu konstruksi penting yang menghubungkan antara satu tempat ke tempat lainnya. Sudah banyak jembatan yang dibangun di dunia ini baik itu di daerah pedesaan hingga di perkotaan besar. Bahkan saat ini sudah banyak dibangun jembatan yang membelah lautan sehingga mampu menghubungkan antar negara.

Pembangunan jembatan memerlukan perencanaan yang tepat karena menyangkut kehidupan banyak orang. Pemilihan material dan kekokohan konstruksi jembatan merupakan poin penting yang perlu diperhatikan oleh para arsitek yang membangun, karena jika ada kesalahan sedikit saja jembatan bisa roboh dan mencelakakan banyak orang.

Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, kini material yang digunakan untuk membuat jembatan tak terpaku lagi pada bahan-bahan konvensional. Kaca pun kerap dipilih sebagai bahan utama untuk membangun jembatan. Seperti jembatan kaca tertinggi di dunia yang ada di Zhangjiajie National Park, China.

Begitu pentingnya jembatan dalam membantu kehidupan manusia, tahukah Anda sebenarnya ada berbagai macam tipe konstruksi pembangunan jembatan. Bagi Anda yang belum tahu, berikut ini tim Rumahku.com merangkum lima jenis konstruksi jembatan yang ada di dunia.

1. Beam Bridge

Beam bridge atau jembatan grider adalah desain konstruksi jembatan yang paling sederhana. Terdiri dari balok-balok jalan memanjang secara horizontal yang ditumpu oleh balok-balok batu vertikal di bagian bawahnya. Balok yang digunakan sebagai penumpu jalan horizontal umumnya terbuat dari beton dan batang baja yang ditanamkan di dalam tanah utuk menjaga keseimbangan dan kekuatan jembatan.
Model jembatan ini cocok untuk menghubungkan dua daerah yang dekat, seperti jalan yang dipisahkan oleh sungai, atau dua desa yang terpisah jaraknya karena adanya aliran sungai. Bisa juga digunakan untuk jalan kereta.

2. Truss Bridge

Truss bridge adalah desain versi lebih kokoh dibandingkan beam bridge. Hal ini disebabkan karena karena adanya kerangka truss yang berbentuk triangular yang dibangun di atas jembatan. Desain truss biasanya perpaduan dari berbagai bentuk segitiga yang dapat menciptakan kedua struktur menjadi sangat kaku.
Fungsi truss ini tidak lain untuk mentransfer beban dari satu titik ke daerah yang jauh lebih luas sehingga beban tidak tertumpu di satu titik.

3. Arch Bridge

Arch bridge ini memiliki desain yang melengkung menyerupai sebuah busur atau panahan di bagian bawah jalan yang berbentuk horizontal. Pembuatannya lebih sedikit membutuhkan material bangunan dibandingkan dengan model beam bridge. Meski begitu, jembatan dengan desain seperti ini memiliki ketahanan yang lebih kuat dibandingkan dengan model truss bridge.

4. Suspension Bridge

Suspension bridge atau biasa disebut dengan jembatan gantung ini adalah desain jembatan yang terdiri dari menara dan rangkaian tali yang menjadi sebuah sistem dalam mengurangi tegangan dan kompresi pada jembatan. Umumnya, jembatan jenis ini membutuhkan minimal dua menara atau tiang untuk menahan beban.
Pembangunan jembatan seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena bentuknya yang rumit, namun sekaligus menghasilkan jembatan yang indah yang bisa menjadi icon khas sebuah negara.

5. Cantilever Bridge

Jembatan ini terbagi ke dalam tiga ruas yang masing-masing memiliki fungsi untuk menahan tegangan dan kompresi yang diterima pada jembatan dengan sangat baik. Dua ‘lengan’ jembatan memiliki peran untuk membawa beban secara vertikal. Meski desainnya rumit, namun penampilan luarnya sangat unik dan cantik.

Tags: #Arch Bridge #Beam Bridge #Cantilever Bridge #Konstruksi Jembatan #Suspension Bridge #Truss Bridge

Must read×

Top