Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

Jembatan Arch (lengkung) merupakan jembatan yang memiliki penyangga di setiap ujung lengkungannya. Dasar kerja jembatan ini yaitu melalui transfer berat jembatan dan beban yang ada di atasnya menjadi dorongan horisontal yang dikendalikan oleh penyangga di kedua sisi. Beban jembatan didorong ke abutment pada kedua sisi.

Pada skala panjang, tipe jembatan ini bisa dibuat dari serangkaian lengkungan. Namun yang umum dipakai untuk saat ini adalah struktur jembatan yang lebih ekonomis.

Desain jembatan Arch / pelengkung (setengah lingkaran) secara alami akan mengalihkan beban yang diterima lantai kendaraan jembatan menuju ke abutmen yang menjaga kedua sisi jembatan agar tidak bergerak kesamping. Ketika menahan beban akibat berat sendiri dan beban lalu lintas, setiap bagian pelengkung menerima gaya tekan, karena alasan itulah jembatan pelengkung harus terdiri dari material yang tahan terhadap gaya tekan.

Sejarah

Jembatan lengkung tertua yang tercata pernah ada adalah di Yunani, yaitu jembatan Mycenaean Arkadiko. Diperkirakan dibangun sekitar 1300 SM. Batu Corbel sebagai bahan dasar jembatan sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat lokal.

Menurut catatan sejarah, bangsa Romawi-lah yang pertama merealisasikan secara
total potensi dari struktur jembatan lengkung ini. Meskipun beberapa ahli mengatakan teknik jembatan lengkung ini sudah diketahui jauh sebelumnya oleh bangsa Etruscan dan Yunani kuno. Di Romawi, Jembatan lengkung biasanya berbentuk setengah lingkaran. Seorang sarjana asal Italia, Vittorio Galliazzo pernah melakukan survey. Ia menemukan ada 931 jembatan tipe Romawi yang sebagian besarnya dari batu, di sekitar 26 negara yang berbeda (termasuk bekas Yugoslavia).

Jembatan Solkan diatas Sungai Soča di Solkan, Slovenia, adalah jembatan batu kedua terbesar di dunia dan jembatan batu trek kereta terpanjang dengan rentang sejauh 220 meter,  Selesai dibangun pada tahun 1905. Lengkungannya yang terdiri dari 5,000 ton blok batu diselesaikan hanya dalam 18 hari, merupakan lengkungan baru kedua terbesar di dunia, dikalahkan hanya oleh Friedensbrücke (Syratalviadukt) di Plauen, dan lengkungan batu trek kereta terbesar.

Lengkungan Friedensbrücke, yang dibangun pada tahun yang sama, merentang sepanjang 90 m dan melewati lembah Sungai Syrabach. Perbedaan keduanya adalah Jembatan Solkan dibuat dari blok batu, sedangkan Friedensbrücke dibuat dari batu yang dihancurkan dicampur dengan semen mortar.

Jembatan lengkung terbesar saat ini adalah Jembatan Chaotianmen diatas Sungai Yangtze dengan panjang 1,741m dan rentangan sejauh 552 m. Jembatan ini dibuka pada tanggal 20 April 2009 di Chongqing, China.

 

Tags: #Arch Bridge #Jembatan Lengkung

Must read×

Top